SELAMAT DATANG DI PUSAT INFORMASI PELAYANAN KUA KEDUNGBANTENG BANYUMAS

Kami hadir untuk memberikan layanan terbaik dalam urusan informasi layanan keagamaan. Dengan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan.

Profil

Informasi Pernikahan

Pernikahan

Informasi lengkap terkait pendaftaran nikah, syarat atau dokumen yang diperlukan dalam pernikahan, alur pendaftaran nikah, syarat dan alur mengurus surat rekomendasi nikah, syarat dan alur duplikat buku nikah rusak atau hilang, syarat dan alur legalisir buku nikah dan lain-lain.

Klik untuk lanjut

Jadwal Pernikahan

Informasi jadwal pernikahan KUA Kedungbanteng dan kehendak nikah.

Klik untuk lanjut

Pendaftaran Nikah Online

Cara mendaftar nikah online melalui website SIMKAH Kemanag.

Klik untuk lanjut

Informasi Lebih Lanjut

Terkait informasi lebih lanjut bisa menghubungi di akun media sosial kami

Klik untuk lanjut

Berita

Selasa, 11 Maret 2025

Pembinaan Dan Monitoring MTS Ma'arif NU 1 Kedungbanteng

 Monitoring dan Pembinaan Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU 1 Kedungbanteng oleh Bapak H. Amin Yuhdi, S.Pd., M.Pd.I: Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Spiritualitas Warga Madrasah

Pada 6/3/2025, Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU 1 Kedungbanteng mengadakan kegiatan monitoring dan pembinaan yang dipimpin oleh Bapak H. Amin Yuhdi, S.Pd., M.Pd.I, sebagai pengawas pendidikan. Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kedisiplinan, dan memperdalam kehidupan religius di lingkungan madrasah. Beberapa program penting yang dibahas meliputi sosialisasi magis, pengaktifan SIMPATIKA, amaliyah Ramadhan, serta pembiasaan kegiatan pagi.


1. Sosialisasi Magis: Memperkuat Ibadah dan Kebersamaan di Waktu Maghrib


Salah satu topik utama dalam kegiatan pembinaan ini adalah sosialisasi tentang waktu Maghrib hingga Isya', yang dikenal sebagai "Magis." Bapak H. Amin Yuhdi mengingatkan bahwa waktu tersebut adalah waktu yang penuh berkah dan sangat baik untuk memperkuat ibadah serta membangun kebersamaan antar warga madrasah. Melalui sosialisasi ini, beliau mengajak semua pihak di Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU 1 Kedungbanteng untuk memanfaatkan waktu Maghrib hingga Isya' dengan lebih maksimal, seperti melakukan ibadah bersama, tadarus Al-Qur'an, atau mengadakan kajian keagamaan. Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana religius yang kuat di dalam madrasah.


2. Pengaktifan SIMPATIKA: Mempermudah Administrasi Pendidikan


Bapak H. Amin Yuhdi juga menekankan pentingnya pengaktifan aplikasi SIMPATIKA, yang merupakan platform untuk pendataan dan pengelolaan administrasi pendidikan. Dalam pembinaan ini, beliau mendorong agar seluruh tenaga pendidik segera mengaktifkan aplikasi ini untuk mempercepat proses administrasi serta memudahkan pelaporan kegiatan pendidikan. Dengan menggunakan SIMPATIKA, tidak hanya pendataan siswa yang lebih efisien, tetapi juga monitoring perkembangan madrasah menjadi lebih transparan dan terorganisir dengan baik. Penggunaan aplikasi ini menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih terkelola dengan baik.


3. Amaliyah Ramadhan: Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Sosial


Sebagai bagian dari pembinaan, Bapak H. Amin Yuhdi juga menekankan pentingnya amaliyah Ramadhan. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk memperkuat ibadah mereka selama bulan suci ini melalui berbagai kegiatan, seperti tadarus Al-Qur'an, salat tarawih berjamaah, dan pengajian rutin. Selain meningkatkan kualitas ibadah, amaliyah Ramadhan juga bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat hubungan antar siswa dan guru, serta membangun rasa kebersamaan di madrasah. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu membentuk karakter positif bagi para siswa, terutama dalam bulan yang penuh berkah ini.


4. Pembiasaan Pagi: Meningkatkan Disiplin dan Kesehatan Sejak Dini


Selain fokus pada ibadah, pembiasaan kegiatan positif di pagi hari juga menjadi perhatian penting. Bapak H. Amin Yuhdi mengajak seluruh pihak di Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU 1 Kedungbanteng untuk membiasakan kegiatan pagi yang bermanfaat, seperti salat dhuha, olahraga pagi, atau aktivitas lain yang bisa meningkatkan semangat dan kedisiplinan siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memulai hari dengan energi positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan fokus siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Melalui pembiasaan ini, siswa diharapkan tidak hanya belajar disiplin waktu, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dan mental mereka.


Kesimpulan: Menuju Madrasah yang Berkualitas dan Berkarakter

Melalui kegiatan monitoring dan pembinaan ini, Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU 1 Kedungbanteng terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan pendidikan berkualitas serta membangun karakter spiritual siswa. Dengan adanya sosialisasi magis, pengaktifan SIMPATIKA, amaliyah Ramadhan, dan pembiasaan pagi, madrasah ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan keimanan yang kokoh.


Semoga berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempererat kebersamaan antar warga madrasah. Dengan demikian, madrasah ini dapat memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Senin, 10 Maret 2025

Kurikulum Cinta Bulan Ramadhan

kurikulum cinta ramadhan



Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi generasi muda melalui berbagai program yang memberikan inspirasi. Salah satu inovasi terbaru adalah Kurikulum Cinta, yang diperkenalkan dalam *Ramadhan Global Camp* 2025. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan empati kepada peserta, khususnya generasi muda, guna memperkuat karakter dan semangat kebersamaan selama bulan suci Ramadhan.


Kurikulum Cinta: Menanamkan Kasih Sayang Sejak Awal


Kurikulum Cinta adalah sebuah inisiatif pendidikan yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun negara. Dengan pendekatan yang berbasis pada ajaran moral dan spiritual, Kurikulum Cinta berusaha membentuk generasi muda yang saling menghargai, penuh kasih sayang, dan peduli terhadap sesama.


Di Ramadhan Global Camp, Kurikulum Cinta digunakan sebagai sarana untuk membantu peserta menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan mereka, meningkatkan rasa persaudaraan, dan mengoptimalkan potensi diri melalui kegiatan positif selama bulan Ramadhan. Kemenag berharap nilai-nilai toleransi dan cinta kasih dapat dirasakan oleh peserta dari berbagai negara yang mengikuti acara ini.


Ramadhan Global Camp: Menghubungkan Peserta dari Berbagai Negara


Ramadhan Global Camp adalah program internasional yang diinisiasi oleh Kemenag dengan tujuan memperkenalkan nilai-nilai dan tradisi bulan Ramadhan kepada dunia. Setiap tahun, program ini mengundang peserta dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman serta belajar bersama tentang cara menjalani ibadah Ramadhan yang penuh hikmah dan damai.


Pada 2025, tema utama yang diangkat adalah “Membangun Dunia yang Lebih Damai dengan Cinta Kasih.” Tema ini bertujuan mengajak peserta untuk menjalani Ramadhan dengan pengertian spiritual yang mendalam serta menanamkan nilai-nilai sosial yang mempererat hubungan antar umat beragama dan bangsa.


Pentingnya Kurikulum Cinta di Ramadhan Global Camp


Ramadhan tidak hanya sekadar waktu beribadah, tetapi juga momen yang tepat untuk memperbaiki hubungan sosial dan meningkatkan kualitas diri. Kurikulum Cinta diharapkan memberi dampak positif bagi peserta, baik di tingkat pribadi maupun sosial. 


Pengenalan Kurikulum Cinta dalam *Ramadhan Global Camp* juga bertujuan mempromosikan perdamaian dan persatuan antar umat manusia. Di tengah tantangan global yang sering disertai ketegangan sosial, politik, dan agama, Kurikulum Cinta menawarkan dasar untuk membangun dialog konstruktif, memperkuat rasa saling pengertian, dan meningkatkan solidaritas antar bangsa.


Kegiatan dalam Ramadhan Global Camp


Selama program berlangsung, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang menekankan nilai-nilai cinta kasih, antara lain:


1. Pelatihan Empati dan Toleransi: Meningkatkan pemahaman terhadap perbedaan dan mengembangkan sikap saling menghargai.

2. Sesi Diskusi Multikultural: Forum untuk berbagi pengalaman tentang cara menjalani Ramadhan di berbagai belahan dunia dengan penuh kasih dan pengertian.

3. Kegiatan Sosial: Aksi nyata berupa berbagi makanan kepada yang membutuhkan, yang tidak hanya mengajarkan kedermawanan tetapi juga mempererat hubungan antar umat manusia.

4. Pengembangan Kepemimpinan: Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah kemampuan kepemimpinan yang dilandasi empati dan cinta kasih.


Harapan Kemenag untuk Masa Depan


Melalui Kurikulum Cinta yang diperkenalkan dalam Ramadhan Global Camp, Kemenag berharap peserta dapat kembali ke komunitas mereka dengan membawa nilai-nilai positif yang telah dipelajari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.


Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek spiritualitas, tetapi juga pada pembentukan karakter bangsa yang berlandaskan pada kasih sayang, perdamaian, dan penghargaan terhadap sesama. Harapannya, langkah-langkah kecil ini dapat menciptakan dunia yang lebih harmonis dan penuh kasih.


**Kesimpulan**


Kurikulum Cinta yang diperkenalkan dalam *Ramadhan Global Camp* adalah upaya strategis Kemenag untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan cinta kasih di dunia, serta mengajarkan kepada generasi muda pentingnya menjaga perdamaian dalam keberagaman. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar umat beragama, memperkaya pengalaman spiritual peserta, dan menjadi bekal bagi masa depan yang lebih baik bagi Indonesia dan dunia.

Rapat Koordinasi Haji & umroh Bersama KUA Baturraden

Kua Kedungbanteng, rapat Haji & umroh

 Koordinasi Manasik Haji & Umroh di Korwilcam Kedungbanteng Bekerja Sama dengan KUA Baturraden

Pada Senin, KUA Kedungbanteng menggelar rapat koordinasi terkait manasik haji dan umroh yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk KUA Baturraden. Rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji dan umroh dengan lebih baik, serta untuk menyatukan pandangan dan tujuan dalam mewujudkan kesuksesan penyelenggaraan ibadah tersebut, sekaligus memberikan pemahaman lebih mendalam kepada calon jamaah.


Peserta Rapat

Rapat ini diikuti oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi dan lembaga terkait, di antaranya:

  • Yudhy Bachtiar TP, SH (Kepala KUA Kedungbanteng)
  • Lubab Habiburrohman, S.H., M.H. (Penyuluh Agama Islam Kedungbanteng)
  • Darsito, S.H. (Staf KUA Kedungbanteng)
  • Slamet Riyadi, S.H.I. (Penyuluh Agama Islam)
  • Agus Setiono (Utusan Kepala KUA Baturraden)
  • Asror, S.H.I. (Penyuluh Agama Islam Baturraden)

Dengan keterlibatan berbagai pihak ini, diharapkan akan tercipta kolaborasi yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan.

Tujuan dan Harapan Rapat

Rapat ini memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain:

  1. Menetapkan Kesepahaman: Agar semua pihak memiliki pemahaman yang seragam mengenai prosedur manasik haji dan umroh, mulai dari persiapan fisik, mental, hingga tata cara pelaksanaan ibadah.
  2. Mempererat Kerjasama: Menguatkan hubungan kerja antara KUA Baturraden dan Korwilcam Kedungbanteng untuk mempermudah pelayanan bagi jamaah haji dan umroh.
  3. Peningkatan Pelayanan: Memberikan informasi yang jelas dan tepat kepada jamaah mengenai aturan, kebijakan, serta tata cara pelaksanaan haji dan umroh sesuai syariat Islam.
  4. Persiapan Calon Jamaah: Memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada calon jamaah terkait perjalanan spiritual haji dan umroh, agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan dan kelancaran.

Pembahasan dalam Rapat

Rapat ini membahas beberapa topik penting, di antaranya:

  • Penyusunan Jadwal Manasik: Agar jadwal yang dibuat dapat diselaraskan di antara pihak-pihak terkait.
  • Kesiapan Infrastruktur: Mempersiapkan fasilitas yang memadai untuk mendukung kelancaran manasik.
  • Edukasi Ibadah Haji & Umroh: Memberikan materi yang relevan agar jamaah lebih siap secara mental dan spiritual.
  • Pembaruan Ketentuan: Menyampaikan informasi terbaru terkait peraturan atau kebijakan dalam pelaksanaan haji dan umroh.
haji & umroh

Kolaborasi untuk Keberhasilan

Rapat ini menunjukkan pentingnya kerjasama antar lembaga, baik di KUA Kedungbanteng maupun KUA Baturraden. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan manfaat manasik haji dan umroh, serta memastikan pelaksanaannya berjalan dengan lancar sesuai harapan.

Penutup

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umroh di Kedungbanteng dan Baturraden. Dengan kerjasama yang solid antara berbagai pihak, pelayanan kepada masyarakat dalam hal ibadah haji dan umroh dapat lebih optimal, sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan penuh berkah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam rapat ini, semoga hasilnya dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan.

Minggu, 09 Maret 2025

Pondasi Keluarga Sakinah

Senin, 26 Agustus 2024

Apel Pagi


 Pada Senin pagi, 26 Agustus 2024 Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng mengadakan apel pagi rutin, kegiatan ini merupakan apel terakhir dibulan agustus, seluruh pegawai KUA Kedungbanteng hadir dalam apel yang dipimpin langsung oleh penyuluh agama slamet riyadi.


Dalam amanatnya slamet riyadi menekankan pentingnya evaluasi kinerja bulanan dan persiapan program kerja dibulan september, mengutip dalam alqur.an surat al zalzalah ayat 8-9 karena apa yang kita kerjakan walaupun sedikit akan bernilai ibadah. Apel ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran tugas pelayanan bersama kepada masyarakat.

Jumat, 23 Agustus 2024

SULUH BANYU EMAS

 



Kedungbanteng-Kamis (22/8/2024) Bertempat di Pondok Pesantren Raudlatul Hufadz 2 didesa Kebocoran yang sejuk dengan tenang Kepala Seksi Bimbingan Masarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas memberikan pembinaan, dan penguatan terhadap tugas pokok dan fungsi penyuluh agama islam yang dihadiri oleh penyuluh agama Islam PPPK Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
Disampaikan Kasi Bimas Islam dalam arahannya, secara umum tugas penyuluh adalah melaksanakan dan mengembangkan kegiatan bimbingan/ penyuluhan agama dan mensukseskan program-program pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. Program yang terintegrasi dengan pemerintah yang menjadi perpanjangan tangan untuk mensosialisasikan dan melaksanakan pembangunan hingga masyarakat paling bawah.
Dalam Pembinaanya Kasi Bimas Islam Kankemenag Banyumas menyampaikan bahwa tugas pokok penyuluh ada 4 diantaranya adalah:
1. Penyuluh berfungsi sebagai Informatif, penyuluh sebagai tempat memperoleh informasi berkenaan dengan kehidupan keagamaan. 
2. Berfungsi sebagai Edukatif , penyuluh sebagai orang yang diamanahi mendidik dan memberikan pembelajaran kepada umat sejalan dengan ajaran agama.
3. Berfungsi sebagai Advokatif, penyuluh berperan untuk membela kelompok/umatnya dari sasaran ancaman dan gangguan.
4. Berfungsi sebagai Konsultatif, penyuluh sebagai tempat bertanya, mengadu bagi umat untuk penyelesaian masalah.
"Jaman sekarang ini Kepala KUA, dan penyuluh di hadapkan pada masyarakat yang heterogen, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat dan tidak terbendung lagi, oleh karena itu penyuluh harus melek teknologi untuk menjawab tantangan ini, penyuluh harus akrab dengan media sosial untuk menkonter isu isu miring yang tidak benar, diantaranya hoaxs, ujaran kebencian, sara, radikalisme, intoleransi dan lain sebagianya, untuk mencipatakan kondisi masyarakat yang moderat dalam kehidupan beragama, Ujar Afifuddin
Harapannya mari kita bekerja bersama membangun kebersamaan,dukung program pemerintah bangun sinergitas dengan Steakholder, bersama kita bisa kompak utuh bersatu dan jalankan tugas dengan baik. 
Pada kesempatan ini Afifuddin juga berpesan kepada para penyuluh untuk saling membantu dan menyambut baik dalam menyukseskan program revitalisasi KUA yang di canangkan Menteri Agama, karena KUA merupakan social engineer dan penggerak moderasi beragama di tingkat kecamatan. Ada empat tujuan strategis dari revitalisasi KUA, yang pertama, meningkatkan kualitas umat beragama, yang kedua untuk memeperkuat peran KUA dalam pengelolaan kehidupan beragama, yang ketiga memperkuat program layanan keagamaan, dan yang keempat meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan. (Slem_Arriyadh)

Kamis, 22 Agustus 2024

Pernikahan Bedolan


 Pernikahan Bedolan

Senin, 19 Agustus 2024

APEL SENIN PAGI KUA PUSAKA KEDUNGBANTENG


 APEL SENIN PAGI KUA PUSAKA KEDUNGBANTENG

Apel Senin Pagi KUA Pusaka Kedungbanteng Tingkatkan Disiplin Pegawai


Kedungbanteng - Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kedungbanteng mengadakan apel pagi rutin. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai KUA dan dipimpin langsung oleh Kepala KUA diwakili Penghulu Sutrisno,  Senin (19/8).


Dalam amanatnya, Pembina apel menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme dalam melayani masyarakat. Beliau juga mengingatkan pegawai untuk selalu menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan.


Apel pagi ini merupakan salah satu upaya KUA Pusaka Kedungbanteng dalam membangun semangat kerja dan memperkuat koordinasi antar pegawai. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan setiap Senin pagi untuk memastikan kinerja optimal KUA dalam melayani masyarakat.



Senin, 12 Agustus 2024

Kemerdekaan, 17 Agustus


Kemerdekaan RI

 𝗞𝗘𝗠𝗘𝗥𝗗𝗘𝗞𝗔𝗔𝗡

Sesungguhnya setiap bangsa itu memiliki kematian, dan kematian setiap umat ini adalah hari kelenyapan (hilang) kemerdekaan umat atau bangsa itu sendiri.

Kemerdekaan adalah sebuah karunia Allah, Tuhan Yang Maha pencipta kepada makhluk-Nya, yang diharapkan makhluk itu bisa memanfaatkan dengan baik untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Hurriyyah (kemerdekaan) dalam bahasa, berarti “pembahasan” dari segala ikatan. Al-Hurru (orang yang merdeka) adalah lawan Al-‘Ahdu (hamba sahaya), sebab dia (Al-Hurru) bebas dari ikatan perbudakan. Al-Hurru juga berarti “pilihan”. Bisa juga berarti “baik”, jika digabungkan dengan kata Ath-Thin atau Ar-Ramlu. Ramlatun Hurrun artinya: “Pasir yang bagus ditanami”, Ardhum Hurrun artinya “tanah yang bagus”.

Dari uraian makna kata Al-Hurriyyah-tersebut, engkau mengerti, bahwa kata Al-Hurriyyah (kemerdakaan) menunjukkan pengertian suci, bersih, bagus dan kemurnian sesuatu dari hal-hal yang mengotori dan menodainya.

Orang yang merdeka -dalam pengertian baru dan benar-, ialah orang yang murni pendidikannya, bersih jiwanya, berpegang teguh dengan sifat-sifat terpuji, menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela, melepaskan diri dari segala bentuk ikatan perbudakan dan melaksanakan kewajiban yang menjadi kewajibannya.

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah swt. tidak untuk menjadi budak atau hamba orang lain. Tidak untuk menjadi bola yang ditendang ke sana-kemari sesuka hati, dibuat permainan tangan-tangan penguasa, dipermainkan menurut kemauan dan kesenangan hati para pembesar, tetapi manusia diciptakan oleh Allah swt., agar dia bekerja dan beramal, baik secara individu atau kolektif, sesuai hukum Allah yang berlaku, yakni kebebasan atau kemerdekaan.

Anugerah Allah yang besar berupa kemerdekaan ini tidak akan dicabut oleh Allah -dari umat manusia-, kecuali disebabkan rusak jiwa dan mental mereka yang dibuat oleh orang-orang yang zalim. Mereka yang zalim itu, tidak membiarkan mereka (bangsa yang hendak dijajah) mencurahkan hatinya dengan ilmu pengetahuan. Sebab mereka tahu benar, bahwa ilmu yang benar itu justru akan menunjukkan mereka mengetahui hak-haknya. Ilmu yang benar itu bagaikan percikan api yang mengobarkan cita-cita (membebaskan diri) dalam jiwa mereka dan membuat orang yang berakal peka, manakala diperalat oleh kekuasaan yang bertindak sewenang-wenang.

Khalifah Umar bin Al-Khaththab r.a. bertanya kepada ‘Amer bin Al-‘Ash. gubernur Mesir, tatkala anaknya berani memukul orang Mesir.

“Sejak kapan engkau memperbudak orang-orang yang dilahirkan Oleh ibu-ibu mereka dalam keadaan bebas (merdeka).”

Ingat, seseorang itu belum bisa dianggap merdeka, kecuali jika jiwanya telah mendapatkan pendidikan sempurna, tumbuh dalam hatinya kemauan keras, memiliki ilmu tidak sedikit, kemudian berani membebaskan diri dari cengkeraman dan kungkungan orang yang menguasainya dengan kekuatan dan paksaan. Barangsiapa yang belum bisa seperti itu, maka orang tersebut masih jauh dikatakan sebagai orang yang merdeka dan antara dia dengan kebebasan atau kemerdekaan, masih terhalang oleh hamparan hutan belukar yang sangat angker.

Tidak bisa disebut orang merdeka, orang yang menjadikan kemerdekaan sebagai kesempatan melakukan perbuatan yang hina, jalan menuju kerusakan, atau menjadikannya pedang untuk melenyapkan baju iffah,’ menggunakannya sebagai tombak untuk menusuk sifat-sifat keutamaan atau memanfaatkannya sebagai anak panah untuk merobekrobek kehormatan orang.

Bukanlah kemerdekaan, perbuatan seseorang yang dapat menimbulkan bahaya pada dirinya sendiri dan orang lain, misalnya memboroskan harta kekayaan, melecehkan sifat kemanusiaan, membelokkan perbuatan kemungkaran, melakukan pengerusakan tatanan kemasyarakatan dengan perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati orang, mengadu domba, menggunjing, bermusuhan dan perbuatanperbuatan lainnya, yang tidak sesuai dengan akhlak mulia.

Sebenarnya, banyak orang yang mengaku sebagai orang merdeka, tetapi memakai pakaian budak, dia menjadi tawanan nafsunya, budak pemimpin atau penguasa, dan budak hawa nafsu amarah, yang jika mendorongnya berbuat kerusakan, patuh melakukannya. Jika nafsu amarah itu menggelitiknya, agar memfitnah dan mengancam orang lain, maka dengan cepat memenuhinya. Namun, apabila akal sehatnya mendorongnya untuk mengerjakan hal-hal yang dapat menghidupkannya, dan orang yang tajam pikirannya menganjurkan, agar melakukan sesuatu yang dapat mengangkat derajatnya serta apabila para kesatria mengajaknya agar bangkit bersama rakyat dan mendukungnya. Maka, dia berpura-pura tidak mendengar seruan tersebut, atau bahkan dia menempuh jalan berpolemik dengan orang yang menyerukan hal tersebut. Kemudian dia mengklaim dirinya sebagai orang yang merdeka. Kemanusiaan dan kebebasan tiada lain adalah dua faktor utama, kemakmuran dan dua unsur pokok kehidupan masyarakat yang harmonis.

Bangsa mana pun yang ingin mencapai puncak peradaban yang tinggi dan kemakmuran yang merata, maka harus bekerja keras mendidik individu-individu bangsa, memahami arti kebebasan dan kemerdekaan yang sebenarnya, harus mencekoki putra-putranya dengan nilai-nilai luhur bangsa yang bersih dan murni.

Wahai, generasi muda, bangkitkan berjuang untuk mencapai kemerdekaan yang sejati, yang bebas dari campur tangan orang munafik dan pengkhianat, karena kemerdekaan yang murni itulah jalan satusatunya mencapai kejayaan. Kemerdekaan yang sejati adalah jalan menuju kehidupan yang bahagia.









𝗦𝗹𝗮𝗺𝗲𝘁 𝗥𝗶𝘆𝗮𝗱𝗶, 𝗦.𝗛.𝗜

𝗣𝗲𝗻𝘆𝘂𝗹𝘂𝗵 𝗔𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 ( 𝗣𝟯𝗞 ) 𝗞𝗲𝗰𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗻𝗴𝗯𝗮𝗻𝘁𝗲𝗻𝗴

Jumat, 12 Juli 2024

WARTA KUA KEDUNGBANTENG

Penyuluhan

47,206 m2 Luas Wakaf
Informasi lengkap mengenai wakaf
Masjid
Informasi lengkap mengenai kemasjidan, Pondok Pesantren, dan LPQ
358 Pengunjung
Jumlah pengunjung Website KUA Kedungbanteng

Galeri

Tentang Kami

Alamat:

Jl. Raya Kedungbanteng No.376, Dusun II, Kedungbanteng, Kec. Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152

Pelayanan :

Senin – Kamis (07:30 - 16:00)
Jumat (07:30 - 16:30)
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional (Libur)

Nomor

(0281) 6840430 dan +62851-3596-5020

Cari Kata Kunci Disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Featured Post

Hadrah As-Sakinah dan Kisah di Balik Namanya: Dari Keluarga KUA Kedungbanteng untuk Syiar Islam

Kedungbanteng – Grup Hadrah As-Sakinah memiliki sejarah yang tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap seni religi d...